Itu lho perilaku tak terpuji dengan berbondong-bondong menyerbu kantin/warung sekolah kemudian dengan kelincahan tangan melakukan: dahar lima ngaku hiji (makan lima ngaku satu).
Ups! Benar-benar memalukan, apa iya ada anak Madrasah yang nota bene hampir setiap hari mendengar taushiyah agama, masih juga ada yang gatel ngelakuin tindakan tidak terpuji model begini???
Ananda.........., siswa-siswi yang di kasihi ALLAH! Suatu ketika seorang sahabat bertanya kepada Rosulullah saw, "Ya Rosul, bisakah seorang muslim mencuri?".
Nabi saw menjawab, "Bisa (pada saat dia khilaf)."
"Ya Rosul, bisakah dia berzina?"
Jawab nabi saw, "Bisa (pada saat dia khilaf)."
Tentu saja prediket muslim yang melakukan dua dosa diatas adalah: Muslim yang Fasiq (durhaka).
Lalu sahabat tadi bertanya kepada nabi saw dengan pertanyaan yang ketiga, "Bisakah seorang muslim berdusta?"
Sementara nabi saw belum menjawab, langsung turunlah wahyu ALLAH SWT yang menjawabi pertanyaan yang ketiga ini:
"Sesungguhnya orang-orang yang melakukukan dusta adalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat ALLAH, dan mereka digolongkan sebagai para pendusta." (QS. 16 : 105).
Anak-anak yang baik......! Jika Imam Bukhari menyatakan: " Ada suatu hadits dikategorikan palsu, karena terdapat si Fulan sebagai pendusta", maka si Fulan yang disebut sebagai "pendusta" oleh Imam Bukhari tersebut sampai hari kiamat dia teruuuuuuuuuuuuuuuuusssssssss.......... berprediket sebagai pendusta. Nah lho! Bagaimana kalau yang memvonis sebagai pendusta adalah ALLAH SWT??? Ngerikan?!
Tidak main-main! Kita suka keliru dalam menimbang dosa, kebanyakan kita berfikir diantara ketiga dosa diatas: Berzina, mencuri dan dusta, yang paling ringan adalah dosa berdusta.
Tapi ternyata disisi ALLAH SWT sungguh dosa yang paling berat, iya kan?!! Coba deh kalian cermati, Dia memvonisnya sebagai: Orang yang tidak beriman kepada ayat ALLAH. Jika sudah demikian, pasti deh tempatnya di neraka abadan-abadan.
Jika dua dosa sebelumnya, para pelakunya disebut sebagai muslim yang fasiq, maka dosa berdusta pelakunya divonis sebagai: Muslim munafiq.
Nah bukankah hukuman bagi simunafiq adalah kerak neraka???

"Sesungguhnya orang-orang munafiq (dimasukkan) ke dalam neraka yang paling dasar, dan tidak ada pertolongan bagi mereka," (QS. 4 : 145).
Ya ALLAH.......! Bimbinglah kami untuk bisa menjauhi dusta.

